Dilema Ibu Bekerja

Kegalauan ibu bekerja seperti saya saat ini adalah perasaan bersalah meninggalkan anak-anak di rumah bersama orang lain yang kita percaya untuk menemani hari-hari mereka selama kita jauh dari rumah untuk bekerja. Tapi di sisi lain ada perasaan sayang meninggalkan pekerjaan kantor karena bisa membantu perekonomian keluarga dan bisa punya uang sendiri tanpa meminta uang suami.

Hidup jaman sekarang dengan aneka kebutuhan memang kadang butuh penghasilan lebih dari satu biar tetep bisa hidup lebih layak. Toh kita kerja juga untuk anak-anak dan keluarga. Tapi apa iyaa dengan meninggalkan mereka untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka itu adalah hal yang tepat. Jangan-jangan yang anak-anak butuhkan sebenernya adalah kehadiran kita di sekitar mereka.
Bisa jadi saat bangun tidur, makan, mandi, maen, pulang sekolah pengennya yang dilihat mama bukan yang lain.
Lah tapi gimana yaaa ? kalo mama gak bekerja nanti bisa kehilangan pemasukan kan yaa …

Tapi ya, sebenernya hal-hal kayak gini itu YAKIN banget semua ibu bekerja sudah tahu dan sadar banget kok. Bahwa sudah selayaknya sang ibu di rumah menemani anak-anak, biar sang ayah yang ada di luar rumah mencari nafkah.
Tapi terkadang ada kondisi yang membuat sang ibu juga harus bekerja keluar rumah. Gak semua kondisi keluarga di dunia ini sama. Ada hal-hal yang membuat “itu” harus dilakukan. Gak melulu karena materi, bisa juga karena aktualisasi diri dan alasan lainnya. Saya pun demikian.

Berhenti bekerja dan diam di rumah saja mengurus urusan domestik saja bukan keinginan saya, pengennya siih tetap ada kegiatan di rumah biar gak bosen. Apalagi kalo kegiatannya positif dan produktif, ya kaan.. Jadi istri senang, anak-anak senang, suami pun senang.

Makanya seneng banget, ada pekerjaan yang bisa dilakukan dirumah atau di tempat lain sesuai keinginan kita, yang waktunya bisa di sesuaikan dengan kegiatan kita, yang kesibukannya pun bisa ditentukan sendiri sama kita. Mau hari ini slow aja kerjaannya karena anak kurang enak badan misalnya, besok aja deh ngebutnya.. itupun BISA. Mau kerja di rumah aja deh pagi ini karena hujan deres banget, besok aja deh pergi keluar rumahnya kalo gak hujan.. itupun BISA. Atau buat yang masih ngantor kayak saya. Mau ngerjain ntar malem aja deh karena paginya masih ngantor.. itupun BISA dan ini yang sudah saya lakukan 1,5 tahun terakhir. dan Alhamdulillaah pekerjaan yang dilakukan sambil ngantor ini sudah menghasilkan 4 juta per bulan dan InsyaAllah akan nambah terus mengejar gaji kantoran saya sehingga bisa menggantikan gaji kantor saya sekarang. Kalo udah terganti nanti penghasilannya, kan jadi gak perlu dilema lagii kayak judul di atas 🙂

Oh ya yang pengen tahu pekerjaan sambilan saya ini, silakan loooo … Hubungi saya di WA/SMS 081514336776

Yang Oriflame an sudah banyaak, Trus Gimana ?

Kalo lagi jalan-jalan ke Mall gitu suka perhatiin gak, ada toko-toko yang menjual jenis barang yang sama, bahkan jualan merk yang sama ?
Atau suka merhatiin gak kalo di Mall biasanya ada pengelompokan berdasarkan jenis barang jualan. Misalnya Lantai 1 : Assesoris & Furniture
Lantai 2 : Fashion
Lantai 3 : Tas dan Sepatu , dan seterusnya…
Jadi satu lantai gitu jualannya samaaaa semua jenisnya … malah kadang ada yang jual merk yang sama pula. Aneh yaaa … kok mau-maunya siih ya mereka jualan di tempat yang banyak jualan barang yang sama dengan jualannya.

Ah , tapi gak usah jauh-jauh deh lihatnya ..  Lihatin aja tukang sayur yang ada di sekitar kompleks rumah.
Kalo di sekitar rumah saya nih tukang sayurnya gak cuma satu.
Ada yang tukang sayur motor, tukang sayur dorong keliling, tukang sayur dorong mangkal. Jumlahnya kalo saya gak salah hitung bisa 10 orang seharinya yang jualan di sekitar komplek.
Barang Jualannya hampir sama variannya. Harga Barangnya juga hampir sama , yaa selisih 500 sampai 2000 masih dalam batas wajar laaah .. gak akan jauh juga kisaran harganya ..  Kalo, dipikir .. nekat bener yaa .. customer juga cuma segitu gitu nya aja dalam kompleks, tukang sayur nya bejibun gitu.
Trus kalo udah beli di tukang sayur 1 .. apa iya 9 tukang sayur lainnya kebagian rejeki ?

Tapi Rejeki itu punya banyak cerita …
Ada pelanggan yang suka beli di tukang sayur 1 karena datangnya paling pagi ..
Ada pelanggan yang lebih suka beli di tukang sayur 2 karena harganya lebih murah Ada pelanggan yang lebih suka beli di tukang sayur 3 karena lebih banyak pilihan ikan nya Ada pelanggan yang lebih suka beli di tukang sayur 4 karena biarpun harga mahal tapi lebih murah senyum .. dan seterusnya …

Rejeki sudah ada yang mengatur … Rejeki tidak akan salah alamat .. Tugas kita ya menjemput rejeki itu dengan berusaha semaksimal mungkin .. Karena kalo gak pake usaha ya gimana bisa tahu ada rejeki di situ ..

Sama kayak di Oriflame juga ,…
Banyak yang bilang kayaknya susah niiih soalnya udah banyak Member di tempatku .. Tetanggaku udah banyak yang Oriflame an ..
Temen Kantor ku Udah banyak yang jadi member …

Dari tahun 2008, 2009 pasti juga udah banyak banget nih yang bilang kayak gini kan yaaa …

Tapi percaya deh .. Udah Banyak itu tidak sama dengan Semuanya .. Kalopun Semuanya itu belum tentu Member Aktif semua. Akan selalu ada rejeki yang datang dari arah yang tidak kita sangka-sangka saat kita rajin dan semangat menjemput rejeki.

Kenyataannya, November 2013 kemarin saya baru bergabung tapi masih banyak juga kok yang jadi customer dan jaringan saya. 🙂

Yang saya Yakinin sih begini,
Oriflame sudah ada di Indonesia hampir 30 tahun, Itulah kenapa banyak banget yang udah tahu dan kenal sama Oriflame. Pernah niiih … saya dapet inbox dari seorang temen yang mau order salah satu produk Giordani karena dia suka dan cocok pake produk itu dari dulu. Dan orang yang biasa jadi tempat dia order udah gak aktif lagi .. Nah ini lah keuntungan branding Oriflame yaaa .. saat orang tau kita Oriflame an , pasti deh suka ada rejeki yang gak disangka-sangka kayak gini ..

Jadi kalo di lingkungan kita yang Oriflame an udah banyak, ya GPP. Memang bagus kok bisnisnya makanya banyak yang suka kan…
Yang jelas semuanya punya kesempatan yang sama untuk menjadi “BESAR”.

Keberhasilannya bukan di tentukan dari siapa yang duluan bergabung kok, tapi siapa yang paling tekun dan konsisten.

^_^ …

Happy Wednesday ..

 

Siska Nurdiani
Director

 

Menilai Legalitas Bisnis MLM

Saya sukaaa banget sama tulisan upline saya yang satu ini.
Kenapa Legalitas harus dipertanyakan ? Ya karena untuk menjamin kenyamanan dan keamanan para konsultan dalam bekerja.
Karena menjadi konsultan Oriflame adalah sama posisinya dengan profesi lain.

Simak yaaaa

———————————————————–
Suatu sore ketika sedang berkendara dengan diajeng, kami ngobrol ringan soal “serbuan” MLM lain yang bertubi menawarkan bisnisnya, penawarannya yang bertentangan dengan apa yang biasa kami dan jaringan yuliamaki kerjakan — tupo, rekrut, bina. Mereka menawarkannya dengan bahasa marketing kurang lebih seperti ini: bayar sekali dan gak pake tupo, daftar sekarang agar tidak keduluan yang lain karena lebih menguntungkan, segera amankan posisimu. Yang lebih ekstrem “gak ikut-ikutan kerja tapi ikut menikmati hasil untung”
Siapa yang tidak tergoda? Tidak kerja dapat duit bo. Promonya benar-benar menggoda bagi beberapa orang yang ingin sukses instan tanpa perlu kerja keras. Promonya benar-benar menggoda bagi beberapa orang yang tidak kritis menelaah informasi.
Tapi apa benar tawaran mereka? Legalkah? Lebih mendasar lagi, halalkah?
Beberapa orang masih mencitrakan bisnis MLM sebagai bisnis yang tidak benar, bisnis tipu-tipu. Sampai ada yang menyebutnya bisnis vampir, wow. Diajeng pernah menulis mitos bisnis MLM. Artikel itu ditulis Mei 2012. Rasanya perlu diupdate lagi untuk membahas isu-isu terbaru :). Kenapa bisnis MLM dicitrakan sebagai bisnis yang tidak benar ya karena banyak oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan MLM untuk mengeruk keuntungan dengan model bisnis yang ilegal seperti money game. Karena ada kemiripan antara MLM/direct selling dengan money game dengan skema piramid, yaitu rekrut. Ini yang menyebabkan rancu di masyarakat. Money game merekrut, skema piramida merekrut, direct selling/MLM juga merekrut. Sama merekrut, tapi ada perbedaan mendasar di proses rekrutnya. Yuk kita bahas.
Apa itu money game, apa itu skema piramid?
Kenapa dilarang oleh pemerintah Indonesia?
Apa dasar hukumnya?
Money game biasanya berkedok investasi, investasi apapun. Logam mulia, peternakan, perkebunan, apapun. Biasanya perusahaan menjanjikan persentase bagi hasil yang menggiurkan. Nah, mereka merekrut member, mengharuskan member yang daftar membayar dengan nilai uang yang besar untuk membayar bagi hasil member yang daftar duluan. Begitu seterusnya sampai akhirnya perusahaan tersebut tidak bisa lagi merekrut dan kolaps. Kolaps karena uang hasil rekrut tidak lagi sebanding dengan bagi hasil yang dijanjikan kepada member-member yang sudah bergabung duluan. Sering muncul berita perusahaan investasi XXX kabur membawa uang nasabah. Orang tua saya pernah menjadi korban praktek seperti ini. Tragis memang. Kejadian ini terjadi di Turen, kabupaten Malang. Nilai kerugiannya diatas 10jt. Itu hanya orang tua saya saja, sedangkan kejadian ini menimpa warga satu kampung, pelakunya masih sanak saudara pula, entah dimana sekarang orang ini tinggal. Tidak sampai terekspos ke media, dan dulu media belum semasif seperti hari ini.
Skema piramida seperti yang sudah dibahas dengan detil oleh APLI, juga sama merekrut member. Dalam proses rekrut dan membentuk jaringan pemasarannya terdapat bonus rekrut. Bonus berupa uang tunai dibayarkan kepada sponsor/upline karena berhasil merekrut. Bonusnya dari mana? Dari uang pendaftaran member yang direkrut tadi. Belum ada sales dapat bonus, belum ada omset sudah dapat bonus. Logis gak sih? Di bisnis dengan skema piramida ini akan terlihat bahwa member get member lebih diutamakan, lagi lagi karena rekrut dapat bonus, rekrut dapat bonus, rekrut dapat bonus, even no sales at all. APLI juga sudah menuliskan perbedaan direct selling dengan skema piramida.
Bagaimana dengan perusahaan yang benar-benar memasarkan produknya dengan skema direct selling/MLM yang legal sesuai hukum di Indonesia?
Bulan Februari 2014 lalu, pemerintah dan DPR mengesahkan Undang Undang Republik Indonesia nomor 7 tahun 2014 Tentang Perdagangan. Salinan UU tersebut bisa didownload di situs http://www.menpan.go.id

Sebelum UU perdagangan disahkan penyelenggaran usaha MLM di Indonesia diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 32/M-DAG/PER/8/2008 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perdagangan Dengan Sistem Penjualan Langsung.

Lalu apa poin-poin dari peraturan menteri tersebut yang bisa dipakai sebagai rujukan untuk menilai legalitas sebuah perusahaan direct selling/MLM? Tidak saya tulis semua poinnya, tapi cukup poin-poin yang menurut saya jadi kunci rujukan. Jika ingin membaca semua poinnya bisa download softcopy peraturan menteri tersebut.
BAB I, Ketentuan Umum, Pasal 1
Poin no 1.

Penjualan langsung (Direct Selling) adalah metode penjualan barang dan/jasa tertentu melalui jaringan pemasaran yang dan/atau jasa tertentu melalui jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh mitra usaha yang bekerja atas dasar komisi dan/atau bonus berdasarkan hasil penjualan kepada konsumen di luar lokasi eceran tetap

Poin no 5.

Komisi atas penjualan adalah imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada mitra usaha yang besarnya dihitung berdasarkan hasil kerja nyata, sesuai volume atau nilai hasil penjualan barang dan/atau jasa, baik secara pribadi maupun jaringannya.

Poin no 6.

Bonus atas penjualan adalah tambahan imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada mitra usaha, karena berhasil melebihi target penjualan barang dan/atau jasa yang ditetapkan perusahaan.

Poin no 10.

Surat Izin Usaha Penjualan Langsung yang selanjutnya disebut SIUPL adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan dengan sistem penjualan langsung.

Poin no 12.

Jaringan pemasaran terlarang adalah kegiatan usaha dengan nama atau istilah apapun dimana keikutsertaan mitra usaha berdasarkan pertimbangan adanya peluang untuk memperoleh imbalan yang berasal atau didapatkan terutama dari hasil partisipasi orang lain yang bergabung kemudian atau sesudah bergabungnya mitra usaha tersebut, dan bukan dari hasil kegiatan penjualan barang dan/atau jasa.

BAB II, Persyaratan Kegiatan Usaha Perdagangan Dengan Sistem Penjualan Langsung, Pasal 2

Perusahaan wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:

a. memiliki atau menguasai kantor dengan alamat yang benar, tetap, dan jelas

b. melakukan penjualan barang dan/atau jasa dan rekruitment mitra usaha melalui sistem jaringan

c. memiliki program pemasaran yang jelas, transparan, rasional, dan tidak berbentuk skema jaringan pemasaran terlarang

d. memiliki kode etik dan peraturan perusahaan yang lazim berlaku di bidang usaha penjualan langsung

g. memberikan komisi. bonus dan penghargaan lainnya berdasarkan hasil kegiatan penjualan barang dan/atau jasa yang dilakukan oleh mitra usaha dan jaringannya sesuai dengan yang diperjanjikan

Nah, sudah ada rujukan, mari kita bedah bisnis kita sendiri, Oriflame.

Rekrut
Di Oriflame tidak ada reward atau bonus atau komisi apapun atas rekrut, setiap member yang kita rekrut hanya membayar joining fee dan diganti dengan starter kit. Tidak ada satu rupiah pun bagi hasil dari pembelian starter kit tersebut diberikan kepada kita sebagai sponsor. Dalam paket pembelian starterkit juga tidak diikuti bundling produk. Pembelian produk dilakukan terpisah. Sesuai dengan pasal 1 poin no 12.

Komisi/Bonus
Bonus atau biasa Oriflamers sebut sebagai gaji yang tiap tanggal 5 ditransfer oleh Oriflame ke rekening kita juga adalah hasil kerja kita sesuai volume dari penjualan pribadi (tupo) dan volume penjualan group/jaringan. Sesuai dengan pasal 1 poin no 5.

Insentif
Bonus yang berupa insentif seperti cash award mulai dari level Director, car reward, trip ke Director Seminar, Gold Conference, Diamond Conference, dan Executive Conference juga didapat ketika Oriflamers bisa mencapai atau melebihi target yang diberikan oleh Oriflame Indonesia. Contoh : kami mencapai level Diamond di C8 2013 lalu, artinya kami mencapai target dari Oriflame Indonesia untuk mempunyai 6 kaki 21% (bisa lebih), kami mendapat cash award 42 juta rupiah, sebuah mobil Honda All New CRV di bulan Oktober 2013 dan trip ke Diamond Conference di Cape Town Januari 2014 lalu. Sesuai dengan pasal 1 poin no 6.
Dibagian belakang katalog Oriflame, terdapat informasi pengembalian produk jika konsumen tidak puas. Terdapat informasi alamat kantor Oriflame, dan juga informasi bahwa Oriflame dengan bangga menjadi anggota Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI). Untuk menjadi anggota APLI, perusahaan MLM harus sudah memiliki SIUPL. Tanpa SIUPL perusahaan MLM adalah ilegal. Kode etik dan kebijakan untuk member Oriflame bisa dilihat di buku panduan Success Plan Leader Edition. Sesuai dengan pasal 1 poin 10 dan pasal 2.
Empat hal mendasar diatas menurut saya sudah menunjukkan Oriflame merupakan perusahaan direct selling dan MLM yang LEGAL, yang punya kredibilitas. Yang layak untuk kita bergabung menjadi mitra bisnisnya.
So, tak ada keraguan lagi kan jika Anda bergabung bersama kami, menjalankan bisnis Oriflame, dan sukses berjamaah bersama jaringan Yuliamaki? 🙂

Yulia Riani/Andri Wibowo
Web : http://www.yuliamaki.net
email : makidanpaki@gmail.com
FB Page : makidanpaki
BBM : 7571F860
LINE ID : dryae

Gak punya Bakat = Gak bisa Jualan

Bunga tuh yaaa kalo jualan pinter banget , makanya laku banget tuh jualannya. Lain sama Cicak, dia sih gak bakat jualan gitu gitu .. makanya jualannya sepi gak ada yang beli.

ngggg .. Sound Familiars yaa .. sering banget kan denger suara suara seperti itu ..

Jadi kalo punya bakat jualan , berbahagialah karena 9 dari 10 pintu rejeki adalah dari jual beli. Dan buat kamuu, iyaa kamuu kamu yang gak punya bakat jualan .. segeralah membeli bakat di apotik terdekat. 🙂

Trus gimana yaa caranya biar punya bakat? Trus tau nya kita punya bakat dari mana ?

Baiklah kalau begitu .. pengen flashback mengingat-ingat masa-masa dulu saya sebelum masuk ke dunia per”jualan” 😀

Bapak saya dilahirkan di keluarga yang dekat dengan dunia jualan. Mbah Kakung dulu pernah punya toko bangunan trus jualan bensin juga yang jaman dulu model ngisi nya masih pake puteran gitu .. nah keluarga nya mbah saya ini ya pedagang semuanya. Ada yang punya toko batik, toko kain dan sebagainya. Apakah bapak saya juga mewarisi bakat jualan dari leluhurnya ? Gak tau juga, tapi bapak mengabdi menjadi PNS sampai akhir usianya dan setahu saya hanya beberapa kali coba jualan kecil-kecil an.

Gimana dengan anaknya bapak alias saya sendiri  ?

Sampai saya sekolah STM, gak pernah terlintas sedikitpun untuk mencicipi kegiatan jual menjual ini. Jualan itu buat saya kayak orang yang butuh duit banget sampai akhirnya tidak ada jalan lain untuk dapetin duit. Ibaratnya pekerjaan terakhir yang bisa dipilih setelah yang lainnya tidak berhasil .. gak ah ngapain ? mending menahan diri dan hemat hemat aja deh saat duit ngepas daripada menambah pemasukan dengan jualan. (belagu bener yaaa)

Syukurlah saya diberikan segala keterbatasan, terutama di masa-masa kuliah. Yangmana keterbatasan itu ternyata sanggup muterin otak saya hingga bisa mikir yang lebih positif. Belum jualan memang, tapi mau menekan keinginan santai santai anak muda dengan menyisihkan waktu bekerja part time sambil kuliah. Gaji nya waktu itu gak seberapa tapi lumayan buat nambahin SPP dan biaya fotocopy,beli kertas dan tinta printer.

Pertama kali jualan beneran baru di masa awal-awal menikah, kebutuhan meningkat tajam tapi pemasukan naiknya gak ikut tajam *sigh

Mau di hemat-hematin kayak gimana juga tabungan gak nambah-nambah. Waduh gimana ini trus kapan biar bisa beli rumah sendiri gak di rumah petak yang suka kehabisan air kalo mandinya kesiangan.

“Cobaaa yaa kalo saya punya bakat jualan, pasti bisa nih nambah-nambah penghasilan jualan apaa gitu”

suka mbatin terus kayak gitu. Untungnya lagi suami saya itu kalo ngasih semangat gak kalah sama cheerleader di pertandingan basket itu.

Jadi deh akhirnya jualan  .. jualan sepatu, tas .. trus jualan baju .. jualan batagor .. jualan pulsa juga  .. eh jualan popmie di kantor juga pernah ternyata kalo dingat-ingat .. dan yang paling nge hits sekarang ya jualan produknya Oriflame.

Paling nge hits karena sejauh ini yang ngasih hasil lebih banyak diantara jualan yang lain ya Oriflame, di saat beberapa orang bilang SUSAH dan BANYAK SAINGAN.

Kemarin juga sempet di curhatin sama salah satu temen di jaringan saya kalo susah banget jualan Oriflame. Chitchat kita seruu banget sampai pada satu kesimpulan bahwasanya PRODUCT KNOWLEDGE itu kunci emas nya untuk menghasilkan penjualan yang bagus.

Seberapa tahukah kita sama kegunaan produk yang kita jual, semakin banyak yang kita tahu tentang apa yang kita jual baik dari wangi nya, teksturnya, khasiatnya dll, semakin mudah kita melakukan penjualan.

Gak percaya ?? Cobain deh resepnya

Nah trus urusannya sama bakat dan gak bakat ini gimana ?

Gak paham juga sih saya , rasanya siiih kalaupun dengan punya leluhur yang pedagang itu di artikan dengan saya mewarisi bakat jualan. Gak akan juga bermanfaat kalau cara berpikir saya gak berubah sejak kepepet waktu itu.

Tapi, kalaupun saya gak punya bakat jualan. Nyatanya bisa juga kok setelah mau belajar dan mencoba.

Menurut saya yang gak pinter-pinter amat inii ..

Pinter Jualan karena Bakat ? Maybe, but I don’t Think So . yang lebih penting dari Bakat adalah Kemauan.

Break Time @ B Building

Jakarta, 051214

Siska Nurdiani

Saat yang tepat untuk memulai bisnis Oriflame ?

Kapan saat yang tepat untuk memulai bisnis Oriflame ?
jawaban yang paling tepat yaa .. SEKARANG .. bukan nanti .. bukan besok .. apalagi kapan-kapan …
Apalagi bulan ini ada promo join untuk member baru yang mau bergabung bersama Oriflame ..
CARA nyaa :
1. Daftarkan diri sebagai Konsultan Oriflame hanya dengan Rp 24.900,-
2. Lakukan order BP minimum Rp 200.000,- dalam 1 invoice selama periode program dan dapatkan potongan harga senilai Rp 24.900,-
Jadii … bergabung bersama Oriflamenya  GRATIS!
Nah, jika untuk member yang baru bergabung saja ada hadiahnya,
Gimana dengan yang sudah jadi member ..
Tenangg .. Oriflame gak pernah pilih pilih kook kasih hadiahnya. Ini dia hadiah yang BISA di dapat oleh semua member Oriflame
Kece yaaa hadiahnyaa … Ini masih ada lagi loo tambahan hadiahnya
Gimana ??
Sudah siap memulai bisnis bersama Oriflame ?
Siapkan KTP dan hubungi saya yaa untuk info lebih lanjut.
Siska Nurdiani
Whatsapp : 081514336776
siska.job@gmail.com